Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in
Adsense Indonesia

Archives

Tampilkan postingan dengan label Sudut Kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sudut Kota. Tampilkan semua postingan

Paket Lebaran Distop, Guru Ancam Demo Pemko Langsa

Jumat, 26 Agustus 2011

LANGSA —Buntut tidak dialokasikan dana paket lebaran oleh Pemko Langsa tahun 2011 ini, para guru mengancam akan mengadakan demo secara besar-besaran. Malah, kata Ketua Koalisi Guru Bersatu (Kobar GB), Rusli SAg, Kamis (25/8), bahwa ancaman ini bukanlah isapan jempol belaka. Menurut Rusli, tida ada alasan bagi Pemko Langsa untuk tidak memberikan perhatian kepada para guru yang notabene bertugas untuk mencerdaskan anak bangsa. Seharusnya perhatian jelang hari raya menjadi wajib bagi pemerintah, apalagi untuk hari-hari bahagia seperti ini.

“Pembantu-pembantu yang bekerja di toko-toko saja dapat paket lebaran, konon lagi para guru yang tugasnya tiap hari mengajar,” sebutnya seraya menambahkan ribuan guru di Kota Langsa merasa sangat kecewa terhadap kebijakan Pemko Langsa tidak menyelurkan paket lebaran. Rusli juga menilai, Pemko Langsa tidak peduli terhadap kesulitan yang dihadapi para guru, belum lagi dana-dana lain yang kerap bermasalah dalam proses pencairan. Kadang-kadang harus rapel berbulan-bulan lamanya, tapi para guru tetap tabah menghadapinya.

Sebagai perpanjangan tangan menyangkut penyetopan paket lebaran oleh pemko, Kobar GB Kota Langsa telah melayangkan surat ke DPRK Langsa untuk mempertanyakan kenapa dana paket lebaran tahun 2011 tidak dianggarkan. Jadi Kobar GB tetap ingin tahu alasan kenapa dewan tidak bersedia mengangarkan dana tersebut.

“Suratnya sudah kita antar langsung ke dewan kemarin, kita tunggu aja balasannya," sebutnya.Rasanya tidak masuk akan bila dana itu tidak dianggarakan, sementara untuk hal-hal lain ada, jadi sepertinya kita sulit menerimanya. "Intinya para guru tetap menuntut agar Pemko Langsa melalui dewan agar lebih peduli tehadap para guru dengan mengangarkan dana dimaksud. Dan ini salah satu bukti keseriusan kami dan para guru untuk melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran," imbuh Rusli lagi.

Sedangkan surat bukti protes yang dilayangkan ke dewan ditandatangani Ketua Kobar GB Langsa, Rusli,Sag dan Ketua PGRI Kota Langsa, Drs Abdurrahman Ardo dengan tembusan Walikota Langsa serta Dinas Pendidikan Kota Langsa. Seperti pernah diberitakan, Pemko Langsa tak memberikan paket lebaran kepada pegawai negeri sipil (PNS) serta honorer. Dengan alasan, anggaran yang dimiliki Pemko Langsa defisit.

Ibu-Ibu Pencari Tiram dan Perhatian Pemerintah

Sabtu, 02 Juli 2011

Langsa (MSP) - “Meunoe keuh nyak buet kamoe tiep uroe, si uroe hana pubuet lagenyoe ka hana pajoh bu” (Begini lah nak kerjaan kami tiap hari, jika sehari saja kami tidak bekerja, terpaksa tidak makan) beginilah tutur bahasa yang dikeluarkan oleh ibu-ibu pencari tiram yang berdomisi di kawasan gampong kuala langsa kecamatan langsa barat.
Tiram ialah sejenis kerang yang berukuran besar, yang banyak disukai para masyarakat Indonesia untuk menu makannya, selain untuk memaniskan aroma masakan tiram juga bisa menambahkan hormon, dan banyak dari kaula muda biasanya tiram dibeli untuk membuat mie sebagai pengganti udang ataupun kepiting, yang dijualnya 20 ribu /kg.

Ternyata proses pencarian tiram itu pun tidak mudah, para ibu-ibu pencari tiram tersebut terpaksa mengayuhkan sampan mereka untuk mencarinya, jika pagi hari berangkat maka mereka baru kembali pada sore harinya, dan ditambah dengan pemanasannya agar bisa dicongkel isinya, pemanasan dan pencongkelannya pun memakan waktu sehari. Pencari nya pun banyak dari kaum hawa dan diikuti anak-anaknya, rasa capek yang mereka alami mungkin tidak pernah dirasakan oleh para pejabat – pejabat yang berada dinegeri ini khususnya di kota Langsa.

Kemegahan dengan jabatan,rumah bahkan uang yang dimiliki para pejabat, bisakah membuka hatinya jika melihat nasip para ibu-ibu dan anak-anak penerus negeri ini, mereka sangat membutuhkan uluran tangan bapak, mereka juga bercita-cita seperti apa yang para pejabat kita rasakan sekarang, apakah bisa tercapai jika mereka tanpa pendidikan ? Tidak, tidak sama sekali. Seharusnya inilah yang harus para pejabat pikirkan kembali dan bukalah hati anda semua, Demikianlah sedikit gambaran negeri tercinta ini.

Sekitar 20 KK gampong kuala Langsa kecamatan Langsa Barat mayoritas nya pencari tiram dan udang kecil untuk umpan memancing khususnya para kaum ummi dan melaut bagi kaum adam yang menurut keterangan mereka tidak pernah mendapatkan sentuhan dana, baik untuk pembangunan rumah mereka yang hampir roboh itu.

Nurlela (45) dan Faridah (47) keduanya sehari-hari bekerja sebagai pencari tiram untuk biaya hidup sehari-hari, dan jika mereka berhenti ataupun libur maka mereka tidak ada penghasilan dan otomatis mereka tidak makan.

Nurlela dan Faridah menambahkan kepada Media Suara Publik, Rabu (20/4) mereka sangat menunggu perhatian dari pemerintah setempat, “mungkin ini sudah nasip kami, walaupun ini kerjaan kami, kami syukuri yang terpenting anak-anak kami merasakan uang dan makanan dengan hasil yang halal” ungkapnya lagi. Kami Cuma meminta kepada pemerintah buat mesin alat transportasi pergi mecari tiram, jadi kami tidak capek-capek mendayung sampan. Tambah keduanya.
Mudah-mudahan pemerintah setempat bisa membuka hatinya. (AFS-12)

Categories