Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Archives

Di Aceh Timur E-KTP Terancam Gagal

Jumat, 26 Agustus 2011

IDI RAYEUK- Hingga saat ini program e- KTP yang telah lama dicanangkan pemerintah, belum berjalan di kabupaten Aceh Timur. Baru enam kecamatan di Aceh Timur yang mempunyai peralatan pengumpul data warga. Sedangkan 18 Kecamatan lainya belum datang alat tersebut. Hal ini membuat pembuatan e- KTP di Aceh Timur terancam gagal.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kependudukan Aceh Timur, Drs Najmuddin MAP kepada Rakyat Aceh, Rabu (24/8). Katanya, adapun enam kecamatan yang telah tersedia alat pengumpul data warga yakni Kecamatan Serbajadi, Peunaron, Darul Ikhsan, Nurussalam, Simpang Ulim, dan Kecamatan Idi Tunong, sementara 18 kecamatan lainya di Aceh Timur masih menunggu datangnya peralatan tersebut.

"Terkait kapan datangnya peralatan untuk 18 kecamatan lainya, kami sudah tanya ke pusat, namun pihak puasat megatakan akan segera menyusul,“  ujarnya.

Katanya, jika semua peralatan tersebut belum tiba dan dipasang disetiap kecamatan dalam wailayah Aceh Timur, pembuatan e- KTP belum dapat berjalan semuanya. "Untuk proses pembuatan akan dioperasikan nantinya oleh operator yang sudah disiapkan sebelumnya. Sementara ini kita hanya menerima alat pengumpul data penduduk berupa sidik jari tangan, foto wajah dan foto rentina serta bio data. Sedangkan percetakan e-KTP sepenuhnya masih kewenanga pusat, “ jelas Najmuddin.

Dia juga menjelaskan, keadaan data penduduk sampai dengan 30 Juni 2011 di Aceh Timur dalam 511 desa dari 45 kemukiman d idisdukcapil Atim jumah penduduk 404.374 jiwa, laki-laki 203.951 jiwa, perempuan 200.423 jiwa, dari  97. 511 KK, sedangkan jumlah wajib KTP 261.276, orang,  laki-laki,  130.187 orang,  perempuan 131.089 orang. "Realisasi yang telah memiliki KTP 248.701 orang, (95 %) dari jumlah penduduk, sisa yang belum memiliki KTP hanya (5%) saja,” sebutnya.

Dijelaskan Najmuddin, untuk penertiban akte kelahiran sesaui dengan Kepres RI No.25 tahun 2008 dan qanun Aceh no. 6 tahun 2008 mulai Januari 2012. ”Umur lebih dari 1 (satu) tahun harus ada ketetapan Pengadilan Negeri  baru  dapat dikeluarkan Akta Kelahiran,“ ujar  Najmuddin. 

JPNN.COM

Syahyuzar Aka : 8 Alasan Usir Zulfri Ketua DPRK Langsa Dari Partai Aceh

Langsa (The Atjeh News) - Nah, Ini alasan Wakil Ketua DPRK Langsa Syahyuzar AKA mengusir paksa Ketua DPRK Langsa, M. Zulfri ST pada rapat paripurna pembahasan KUA dan PPAS APBK perubahan 2011.


1.    Tidak ada kaitannya sentemen antara Partai Nasional (Parnas) dan Partai Lokal (Parlok)

2.   Semua murni menyangkut persoalan hukum dan undang-undang yang berlaku dalam Negara NKRI

3.    Tidak ada niat sedikit melecehkan salah satu Partai dalam hal ini Partai Aceh

4.    Karena  Zulfri sudah mendapat putusan hukuman tetap dari Mahkamah Agung (MA) RI, terkait kasus uji baca Al-qur’an Pemilukada tahun 2006.

5.    Pemberhentian Zufri sebagai anggota DPRK Langsa sudah sesuai Undang-Undang Nomor 27 tahun 2009 tentang MPR,DPR dan DPRD (pada pasal 383 ayat(2)huruf c,UU Nomor 11 tahun 2006 tentang pemerintah Aceh.

6.    Surat Keputusan (SK) M. Zulfri sebagai anggota DPRK Langsa cacat hukum, soalnya Keputusan Gubernur Aceh Nomor :171,2/593/2003 tanggal 24 Agustus 2009 tentang peresmian pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRK Langsa dan sebagai Ketua DPRK Langsa yaitu melalui SK Gubernur Aceh Nomor :171.2/568/2009 tanggal 30 September 2009. Sementara, putusan MA RI dikeluarkan nomor : 87/PID/2008 tertanggal 17 Februari membatalkan putusan Pengadilan Negeri Tinggi Banda Aceh dan kembali memvonis yang bersangkutan dengan pidana penjara satu tahun.

7.    M.Zulfri  ketika diangkat sebagai Ketua DPRK Langsa sudah berstatus sebagai narapidana, namun kepetusan MA baru turun ke Kejaksaan Negeri Langsa pada 6 Mei 2010

8.    Semua partai yang ada di DPRK Langsa akan dilakukan hal yang sama apabila mengalami masalah hukum seperti M.Zulfri.

Kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian resort Langsa, semua pihak mendesak untuk kepolisian mengusut kasus pengusiran Paksa Zufri.| AT/ Bbs

Paket Lebaran Distop, Guru Ancam Demo Pemko Langsa

LANGSA —Buntut tidak dialokasikan dana paket lebaran oleh Pemko Langsa tahun 2011 ini, para guru mengancam akan mengadakan demo secara besar-besaran. Malah, kata Ketua Koalisi Guru Bersatu (Kobar GB), Rusli SAg, Kamis (25/8), bahwa ancaman ini bukanlah isapan jempol belaka. Menurut Rusli, tida ada alasan bagi Pemko Langsa untuk tidak memberikan perhatian kepada para guru yang notabene bertugas untuk mencerdaskan anak bangsa. Seharusnya perhatian jelang hari raya menjadi wajib bagi pemerintah, apalagi untuk hari-hari bahagia seperti ini.

“Pembantu-pembantu yang bekerja di toko-toko saja dapat paket lebaran, konon lagi para guru yang tugasnya tiap hari mengajar,” sebutnya seraya menambahkan ribuan guru di Kota Langsa merasa sangat kecewa terhadap kebijakan Pemko Langsa tidak menyelurkan paket lebaran. Rusli juga menilai, Pemko Langsa tidak peduli terhadap kesulitan yang dihadapi para guru, belum lagi dana-dana lain yang kerap bermasalah dalam proses pencairan. Kadang-kadang harus rapel berbulan-bulan lamanya, tapi para guru tetap tabah menghadapinya.

Sebagai perpanjangan tangan menyangkut penyetopan paket lebaran oleh pemko, Kobar GB Kota Langsa telah melayangkan surat ke DPRK Langsa untuk mempertanyakan kenapa dana paket lebaran tahun 2011 tidak dianggarkan. Jadi Kobar GB tetap ingin tahu alasan kenapa dewan tidak bersedia mengangarkan dana tersebut.

“Suratnya sudah kita antar langsung ke dewan kemarin, kita tunggu aja balasannya," sebutnya.Rasanya tidak masuk akan bila dana itu tidak dianggarakan, sementara untuk hal-hal lain ada, jadi sepertinya kita sulit menerimanya. "Intinya para guru tetap menuntut agar Pemko Langsa melalui dewan agar lebih peduli tehadap para guru dengan mengangarkan dana dimaksud. Dan ini salah satu bukti keseriusan kami dan para guru untuk melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran," imbuh Rusli lagi.

Sedangkan surat bukti protes yang dilayangkan ke dewan ditandatangani Ketua Kobar GB Langsa, Rusli,Sag dan Ketua PGRI Kota Langsa, Drs Abdurrahman Ardo dengan tembusan Walikota Langsa serta Dinas Pendidikan Kota Langsa. Seperti pernah diberitakan, Pemko Langsa tak memberikan paket lebaran kepada pegawai negeri sipil (PNS) serta honorer. Dengan alasan, anggaran yang dimiliki Pemko Langsa defisit.

Said Aqil Terpilih Sebagai Gubernur Fakultas Hukum Unsam

Sabtu, 02 Juli 2011

LANGSA - Fakultas Hukum Universitas Samudra (Unsam) Langsa kembali menggelar Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum, yang dilaksanakan pada Selasa (21/6) kemarin.

Adapun kandidat yang bertarung antara lain, Ismail Hasan – Nurul Iman Ahyat yang mengantongi nomor kandidat 1 dan Said Aqil - Ilham mengantongi nomor kandidat 2. Pemira yang diikuti ratusan mahasiswa sebagai pemilih membuat kedua kandidat antusias atas suara dalam perhitungan akhir.

Namun kerja sama yang dilakukan oleh pasangan Said Aqil – Ilham membuat mereka unggul dari rivalnya dengan total suara yang diperoleh 115 suara sedangkan pasangan Ismail – Ahyat hanya mengantongi 98 suara. Dengan demikian pasangan Said Aqil keluar sebagai pemenang pada pesta demokrasi tahun ini sebagai Gubernur Fakultas Hukum Periode 2011-2012 untuk mengantikan Gubernur BEM Fakultas Hukum sebelumnya.

Gubernur terpilih menyatakan, “dengan berakhirnya proses pesta demokrasi (Pemira) tentunya membuat kita bersyukur karena pada umumnya seluruh tahapan Pemira telah berjalan dengan tertib & aman.” Ungkap Said.
Selanjutnya, Ketua Tim penyuksesan pasangan Saiq Aqil – Ilham, Fadel Aziz Pase menyatakan “Kemenangan dalam Pemilihan tahun ini merupakan langkah awal atau pijakan pertama untuk pijakan.” selanjutnya dalam membawa setumpuk amanah yang harus diperjuangan” ujar Fadel.

Tentunya dalam hal ini dibutuhkan kerja sama dan dukungan dari semua pihak, dengan demikian konsolidasi kiranya sangat penting baik dengan pihak kampus ataupun dengan organisasi  kemahasiswaan dan kepemudaan sehingga tantangan ke depan akan lebih mudah di hadapi, demikian Fadel.

Malam Minggu Berduaan Dalam Kamar, Duda Janda “Dibeureukah” Warga

Langsa (MSP) – Nasip sial dialami seorang duda ini, Abdullah bin Abu Bakar (37) warga dusun seroja Gampong Alue Pineung Langsa Timur, terpaksa digelandang ke kantor WH Kota Langsa Minggu (1/4) sekira pukul 00.30 wib dinihari. Pasalnya dia kedapatan oleh warga setempat membawa seorang wanita, Fitriani binti Bakhtiar (30) janda Gampong Alue Dua ke dalam kamar rumahnya sendiri.

Menurut informasi yang kami himpun, pasangan tersebut ditangkap warga pada Sabtu (30/4) pukul 22.00 wib karena telah memasukkan seorang janda ke kamar rumahnya, diserahkan kepada kepala desa dan dilanjutkan ke pihak Polsek Langsa Timur selanjutnya diserahkan kepada Petugas WH Kota Langsa pada pukul 00.30 Wib dini hari.
Pasangan tersebut kepada petugas WH Kota Langsa mengakui sudah berada didalam kamar sekitar satu jam dan tidak lama kemudian ada yang mengetok pintu rumahnya, tanda ia sadari yang mengetok pun rupanya warga gampong setempat.

Kasatpol PP dan WH Kota Langsa Chamril, S.Sos, M.Si kepada wartawan menyatakan, kedua pasangan tersebut akan dibina, diselesaikan secara kekeluargaan dan membuat surat pernyataan, “Mereka sudah saya periksa, sampai nangis menyesali perbuatannya tersebut, selanjutnya kami akan serahkan kepada pihak keluarga dan perangkat gampong untuk menikahkannya” demikian Chamril. (AFS-12)

Gagal Eksekusi BKD Aceh Timur, Fakultas Hukum Unsam Juara 2

Langsa (MSP)Kejuaraan Futsal piala Walikota Langsa 2010-2011 resmi berakhir pada sabtu malam (21/5) yang berlangsung seminggu sebelumnya di lapangan Maseru futsal Islamic Centre Kota Langsa. Kejuaraan yang memperebutkan piala Walikota Langsa tersebut diikuti sebanyak 36 klub futsal yang telah berlaga selama seminggu.


Tim BKD Aceh Timur keluar sebagai juara pertama setelah menaklukkan Fakultas Hukum Unsam Langsa pada babak final, pada laga yang disaksikan langsung Asisten 1 bidang pemerintahan yang mewakili Walikota, kedua tim bermain imbang dengan skor 5-5 namun Fakultas Hukum mengakui kekalahannya setelah Jimmy dan Rozi tidak bisa mencetak gol pada adu pinalti. Dan Tim Polres Langsa keluar sebagai juara ketiga setelah menaklukkan tim Kecamatan Langsa Baro.



Penyerahan piala Walikota Langsa kepada seluruh pemenang, pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak diserahkan oleh Drs.Zainal Arifin Msp selaku Asisten 1 bidang pemerintahan yang mewakili Walikota Langsa.



Masing-masing juara pertama mendapatkan Tropy dan uang pembinaan sebesar Rp. 2.500.000 selanjutnya juara kedua mendapatkan tropy dan uang pembinaan sebesar Rp. 1.500.000.



Dalam kata-kata sambutannya, Asisten 1 bidang pemerintahan yang mewakili Walikota Langsa menyatakan bahwa dengan ada perlombaan seperti ini dapat meningkatkan kualitas permainan dan sangat berterima kasih kepada panitia pelaksana, demikian Zainal.
(AFS-12)

UN Selesai, Pelajar Langsa Warnai Aksi Coret Baju

LANGSA (MSP) : Puluhan murid kelas III dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Langsa, Kamis (21/4), melakukan coret-coret dan mencat baju mereka. Aksi tersebut mereka lakukan sebagai bentuk kegembiraan setelah usai melaksanakan Ujian Nasional (UN). selanjutnya mereka melakukan konvoi dengan menggunakan kendaraan roda dua di sepanjang jalan protokol hingga Kuala Langsa.
“Aksi mencoret baju ini untuk melepaskan rasa senang dan kegembiraan kami," ujar Said yang mengenakan baju putih bercelana abu-abu yang penuh dengan coretan sepidol.

Kendati belum lulus ujian mereka nekat melakukan aksi tersebut, namun Said dan kawan-kawan merasa optimis bahwa ia bisa lulus ujian dengan standar kelulusan yang ditetapkan oleh Mendiknas.
Pantauan Suara Publik diberbagai titik lokasi dimana konvoi dilakukan para pelajar itu, selain menggelar aksi coret-coret seragam sekolah, mereka pun melakukan kebut-kebutan di jalan raya sehingga membuat pengguna jalan tidak nyaman dalam mengendarai kendaraannya.

Untuk mengatasi hal demikian, pihak Polres Langsa melalui Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) terlebih dahulu melakukan ekstra pengamanan. Kapolres Langsa, AKBP Drs Yosi Muhamartha, melalui Kasat Lantas, AKP Budi Darma SIK via telepon selular kepada Suara Publik mengatakan, sejumlah anggota Satlantas telah dikerahkan diberbagai tempat. 

Langkah tersebut untuk melancarkan arus lalu lintas di sepanjang jalan. “Kami mengatur lalu lintas supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena hari ini ada anak-anak SMA yang konvoi,” demikian Budi Darma. (AFS-12)

Categories